Testophobia (Takut Terhadap Ujian) & Cara Mengatasinya

Apakah Testophobia itu?

Testophobia adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap ujian / test. Perasaan tegang dan jantung berdebar-debar saat mengikuti ujian/test adalah hal yang wajar. Bagi sebagian orang menghadapi test atau ujian memang terkadang menakutkan. Terutama jika mereka merasa belum siap dan belum menguasai materi ujian tersebut. Tetapi jika perasaan tegang / takut tersebut diikuti dengan gejala-gejala pusing, mual, perut melilit, sesak napas, bahkan hingga muntah atau pingsan itu tandanya orang tersebut mengalami phobia yang menurut phobia source disebut sebagai Testophobia (rasa takut terhadap ujian).

phobia - rasa takut berlebihan dan tidak normal

Karakteristik penderita Testophobia

Penderita Phobia ini memiliki karakteristik umum tertentu. Mereka cenderung perfeksionis, obsesif, ambisius, rentan terhadap kritik dan memiliki harga diri yang rendah.

Asal mula / Penyebab

Phobia ini bisa berasal/menurun dari faktor genetika dan keturunan keluarga dan bisa juga karena faktor lingkungan sosial. Orang yang tumbuh dalam lingkungan yang dikelilingi oleh kondisi overprotective, sangat menuntut, penuh rasa takut, di kemudian hari dapat terpicu mengalami phobia terhadap ujian/test. Demikan juga siswa atau anak yang di masa kecilnya pernah mengalami bullying, ejekan, penolakan atau ketidaksetujuan yang membekas secara emosional dan terekam di pikiran bawah sadar. Pengalaman traumatik karena pernah tinggal kelas, takut kegagalan terulang kembali, imajinasi / bayang-bayang masa depan yang berantakan juga dapat berpengaruh.

Gejala Testophobia

Orang yang menderita testophobia biasanya akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan soal ujian. Jika bisa mengerjakan soal, maka mereka mengerjakannya dengan penuh perjuangan dan membutuhkan waktu yang lebih lama dari teman-temannya yang normal. Pada kondisi phobia yang sudah parah, seseorang bahkan bisa sampai jatuh sakit sehingga tidak dapat mengikuti ujian sama sekali. Tanda-tanda/gejala serangan testophobia bisa bermacam-macam dan tidak sama antara seorang dengan yang lain. Gejala tersebut antara lain :

  • Jantung berdebar lebih kencang dari biasanya
  • Banjir keringat dan berkeringat dingin
  • Gelisah saat memasuki ruang ujian/saat membaca soal ujian
  • Sesak napas
  • Kepala pusing
  • Badan gemetar / tremor
  • Diare
  • Mulut terasa kering
  • Mual bahkan hingga muntah
  • Pingsan saat mengerjakan soal ujian

Cara Mengatasi Testophobia

Ada beberapa metode atau cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa takut terhadap test/ujian ini, antara lain :

  1. Mengkonsumsi obat penenang. Tentu saja Anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis obat yang perlu dikonsumsi dan takarannya. Yang perlu disadari adalah obat penenang tidak menyembuhkan phobia Anda, dan ujian/test tersebut tetap harus dihadapi/dijalani.
  2. Melakukan relaksasi dan olah pernapasan untuk menenangkan diri. Ini dapat membuat Anda lebih mampu mengendalikan pikiran dan perasaan Anda. Mempelajari dan melakukan self hypnosis juga sangat membantu. (silakan hubungi kami, kami akan dengan senang hati mengajarkan caranya 🙂 )
  3. Komitmen untuk mengubah perilaku. Kebiasaan menunda waktu belajar dan melakukan sistem kebut semalam justru akan memperburuk keadaan. Anda harus mengubah kebiasaan ini, atur skala prioritas dan belajarlah secara rutin setiap hari walaupun hanya 1-2 jam sehari.
  4. Menjalani terapi melalui konseling atau CBT (Cognitive Behavioral Therapy).
  5. Hipnoterapi dapat membantu mengatasi phobia dengan cepat dan efektif. Dalam kondisi rileks, sugesti yang diberikan pada sesi hipnoterapi dapat menembus critical factor klien sehingga diterima oleh Pikiran Bawah Sadar dan menghasilkan perubahan perilaku / kebiasaan.

Jika Anda membutuhkan layanan hipnoterapi untuk mengatasi testophobia, silakan booking jadwal terapi dengan menghubungi via SMS/ WA ke : 0877 37375900.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi diri Anda, tentunya Anda ingin meneruskannya dan menjadi saluran berkat bagi teman-teman & relasi Anda khan? Silakan bagikan artikel ini di medsos favorit Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *